BEKASI, sebangsanews.com – Menteri Koordinator Bidang Pangan (Menko Pangan), Zulkifli Hasan, meninjau lokasi rencana pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Kelurahan Ciketing Udik, Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi.
Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan kesiapan lahan dan percepatan pembangunan infrastruktur yang digadang-gadang sebagai solusi permanen atas masalah sampah yang kian mendesak di wilayah penyangga ibu kota.
Target Operasi 2027
Zulkifli Hasan (Zulhas) menyebutkan bahwa proyek PSEL Bantargebang merupakan strategi vital pemerintah untuk mengubah beban limbah menjadi sumber energi baru. Pemerintah Kota Bekasi telah menyiapkan lahan seluas 5,6 hektare yang proses pembebasannya sudah berjalan sesuai jalur.
“Persiapan sudah melalui kajian teknis yang matang. Kita targetkan fasilitas ini bisa diresmikan oleh Presiden Prabowo Subianto pada tahun 2027,” ujar Zulkifli di lokasi.
Jika beroperasi penuh, PSEL ini diproyeksikan mampu mengolah sampah hingga 1.229 ton per hari. Angka ini signifikan untuk mengurangi timbulan sampah harian Kota Bekasi yang kini mencapai 1.800 ton.
Kolaborasi dengan DKI Jakarta
Dalam kunjungan tersebut, Menko Pangan didampingi oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Asep Kuswanto. Tidak hanya proyek milik Bekasi, rombongan juga meninjau rencana pembangunan PSEL milik Pemprov DKI Jakarta di kawasan yang sama.
Pemprov DKI diketahui menyiapkan lahan lebih luas, yakni 9,6 hektare, dengan target kapasitas pengolahan fantastis mencapai 8.500 ton per hari. Konstruksi PSEL milik DKI ini dijadwalkan mulai dibangun pada Mei 2026.
Langkah percepatan ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan strategis antara Menko Pangan dengan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung. Keduanya sepakat bahwa wilayah aglomerasi Jakarta-Bekasi sudah masuk dalam status “darurat sampah” yang memerlukan penanganan teknologi tinggi.
“Penanganan sampah tidak bisa parsial. Harus kolaboratif antara pemerintah daerah dan pusat untuk mengurangi tekanan beban di TPST Bantargebang,” tegas Zulkifli.
Pembangunan fasilitas Waste to Energy ini diharapkan menjadi model percontohan nasional dalam penerapan teknologi ramah lingkungan, sekaligus mendukung ketahanan energi nasional. (FHM)
