JAKARTA, sebangsanews.com – Pemerintah Indonesia merespons langkah kontroversial Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang secara resmi memasukkan Israel ke dalam “Dewan Perdamaian Internasional” (International Peace Council) bentukan Washington, Jumat (13/2/2026).
Langkah AS ini dinilai banyak pihak sebagai upaya melegitimasi posisi Israel di kancah global. Meski demikian, Jakarta memastikan sikapnya tidak akan goyah sedikit pun.
Konsistensi Jakarta
Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menegaskan bahwa bergabungnya Israel ke dalam forum internasional mana pun, termasuk inisiatif AS, tidak serta merta menghapus fakta sejarah pendudukan di tanah Palestina.
“Posisi Indonesia jelas, tegas, dan tidak berubah. Kami tetap berdiri bersama rakyat Palestina untuk memperjuangkan kemerdekaan penuh berdasarkan solusi dua negara (two-state solution),” demikian pernyataan resmi pihak Kemlu di Jakarta pagi ini.
Skeptis Terhadap Efektivitas Dewan
Indonesia memandang skeptis efektivitas dewan bentukan Trump tersebut dalam menciptakan perdamaian sejati di Timur Tengah. Bagi Indonesia, perdamaian mustahil terwujud jika akar masalah utamanya—yakni kolonialisme dan kekerasan di Gaza serta Tepi Barat—tidak diselesaikan terlebih dahulu.
“Normalisasi atau integrasi Israel ke dalam forum perdamaian hanyalah gimmick politik jika tidak dibarengi dengan penghentian agresi dan penarikan pasukan dari wilayah pendudukan,” tambah pernyataan tersebut.
Galang Dukungan OKI
Menyikapi dinamika baru di tahun 2026 ini, Indonesia menyatakan akan segera berkoordinasi dengan negara-negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI). Tujuannya adalah untuk menyatukan suara agar tidak ada negara yang “terkecoh” dengan narasi perdamaian yang mengabaikan hak-hak dasar warga Palestina.
Langkah diplomatik Indonesia ini kembali menegaskan posisi Jakarta sebagai salah satu pendukung paling vokal bagi Palestina di panggung dunia, terlepas dari siapa pun yang memimpin Gedung Putih.(ISL)
