Banjarmasin, 26 November 2025 – Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (MAFINDO) Kalimantan Selatan kembali bekerja sama dengan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Lambung Mangkurat (ULM) dalam pelaksanaan Implementasi Pelatihan AI Ready ASEAN Batch 2 pada Rabu 26 November lalu. Kegiatan yang digelar di Lecture Building FISIP ULM ini diikuti oleh 144 mahasiswa dari Program Studi Ilmu Komunikasi, dengan tujuan meningkatkan literasi, pemahaman, serta etika dalam penggunaan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dikalangan mahasiswa.

Program AI Ready ASEAN merupakan inisiatif kolaboratif antara ASEAN Foundation dan Google.org yang hadir di 10 negara ASEAN, bertujuan membekali lebih dari 5,5 juta warga ASEAN dengan keterampilan dasar di bidang AI dan literasi digital. Di Indonesia, pelatihan ini dilaksanakan melalui kerja sama dengan sejumlah Learning Implementation Partner (LIP) seperti MAFINDO, Ruangguru, Kaizen, Coding Bee, dan Bebras.

Selama kegiatan berlangsung, peserta mengikuti tiga sesi utama dengan tiga trainer, yaitu; AI Fundamentals (Dasar-dasar AI), AI Usage & Implementation (Penggunaan dan Implementasi AI), dan AI Ethics, Privacy & Security (Etika, Privasi, dan Keamanan dalam AI). Kegiatan ditutup dengan pengisian Learning Management System (LMS) melalui platform institute.mafindo.or.id sebagai bentuk kelanjutan pembelajaran dan syarat  memperoleh sertifikat pelatihan AI Ready ASEAN.

Dalam sambutannya, Ahmad Jamaluddin Islami, selaku Person in Charge (PIC) Kegiatan, Menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah mengukuti kegiatan ini dengan semangat. Ia menjelaskan bahwa kegiatan ini diikuti oleh 144 mahasiswa dari Prodi Ilmu Komunikasi FISIP ULM, yang menunjukan antusiasme tinggi terhadap literasi kecerdasan buatan.  “Kami sangat bersyukur dapat kembali melaksanakan pelatihan AI Ready ASEAN di FISIP ULM. Kegiatan ini bukan hanya tentang mengenal apa itu AI, tetapi juga bagaimana mahasiswa dapat memahami peran dan dampaknya dalam kehidupan akademik maupun sosial,” ujarnya.

Sementara itu, Sri Astuty, Koordinator Wilayah MAFINDO Kalimantan Selatan, dalam sambutannya menceritakan asal-usul MAFINDO serta awal mula program AI Ready ASEAN yang merupakan kolaborasi internasional antara ASEAN Foundation dan Google.org. Ia menekankan pentingnya pemanfaatan AI bagi mahasiswa di era digital. “Sebagai generasi muda, mahasiswa harus mampu memanfaatkan AI untuk pembelajaran dan pengembangan diri. AI bukan untuk menggantikan kreativitas manusia, tetapi untuk memperkuat kemampuan berpikir dan inovasi,” jelas Sri Astuty.

Turut berhadir memberikan dukungan, Dr. Fahrianoor, S.IP., M.Si., selaku perwakilan dosen Ilmu Komunikasi FISIP ULM, yang dalam sambutannya menyampaikan pentingnya memahami etika dalam penggunaan kecerdasan buatan. “Teknologi AI memang dapat mempermudah aktivitas manusia, tetapi penggunaannya tetap harus berdasarkan nilai-nilai etika dan tanggung jawab akademik. Mahasiswa harus menjadi generasi yang cerdas secara digital, tetapi juga berintegritas,” ungkapnya.

Sebagai bentuk apresiasi atas dukungan dan kolaborasi, kegiatan ini juga diisi dengan penyerahan plakat penghargaan dari MAFINDO KALSEL kepada Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP ULM, yang secara simbolis diserahkan oleh Sri Astuty kepada Dr. Fahrianoor, S.IP., M.Si..

Kegiatan berjalan interaktif dengan sesi tanya jawab antara peserta dan trainer, di mana mahasiswa berbagi pengalaman dan pandangan mereka tentang penerapan AI di dunia akademik.

Peserta Pelatihan AI Ready ASEAN Batch 2

Salah satu peserta, Alsa, ia mengaku sangat senang dapat mengikuti kegiatan AI Ready ASEAN Batch 2 karena mendapatkan banyak pelajaran berharga dari para trainer. Ia menuturkan bahwa kegiatan ini memberinya pemahaman baru tentang pentingnya menggunakan AI secara kritis. “Kita tidak bisa menggunakan AI secara sembarangan karena hasilnya tergantung pada bagaimana kita memberikan perintah dan memanfaatkannya. Jadi, kita tetap harus berpikir kritis,” ujarnya. Ia menyimpulkan acara hari itu dengan satu kata “Amazing”.

Peserta lainnya, Fadli, juga menyampaikan kesan positifnya. Menurutnya, kegiatan ini memberikan wawasan yang jelas dan mendalam mengenai perkembangan dan dampak AI terhadap kehidupan. “Acara ini sangat luar biasa. Saya jadi lebih paham bagaimana AI bekerja dan bagaimana teknologi ini dapat membantu aktivitas sehari-hari,” ungkapnya sambil menyebut kegiatan tersebut sebagai insightful.

mereka menilai bahwa pelatihan AI Ready ASEAN tidak hanya memberikan pemahaman mendasar tentang kecerdasan buatan, tetapi juga menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menggunakan teknologi secara bijak, etis, dan bertanggung jawab. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diajak untuk tidak sekadar menjadi pengguna, melainkan juga pelaku aktif yang mampu memanfaatkan AI untuk mendukung pembelajaran dan kreativitas.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, MAFINDO KALSEL berharap pelatihan AI Ready ASEAN dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak peserta dari berbagai latar belakang pendidikan. Program ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam membentuk generasi muda yang melek digital, berpikir kritis, dan beretika dalam memanfaatkan kecerdasan buatan.

Share.
Leave A Reply