Jakarta โ€” Banjir bandang dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah utama di Pulau Sumatera telah meluluhlantakkan infrastruktur vital โ€” dari ruas jalan rusak berat hingga jembatan penghubung yang putus total. Dilansir dari Liputan6.com, dampak bencana tidak hanya mengenai masyarakat, tapi juga membuat mobilitas dan distribusi bantuan menjadi sangat sulit.

Beberapa insiden tercatat di Aceh, di mana 250 meter badan jalan lintas provinsi di kawasan Desa Panton Pange, Kecamatan Tripa Makmur, Nagan Raya putus total setelah diterjang banjir. Aspal di badan jalan tersebut terkelupas dan jalur transportasi langsung lumpuh. Selain itu, sejumlah jembatan kecil penghubung antarkecamatan juga rusak berat atau roboh, sehingga akses menuju desa-desa terdampak ikut terputus. Di banyak titik, warga menjadi terisolasi dan tidak bisa keluar maupun menerima bantuan.

Kerusakan infrastruktur ini belum terpusat di satu daerah saja. Bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat melanda berbagai kabupaten/kota secara serentak, memukul akses jalan, fasilitas umum, serta rumah penduduk. Banyak rumah juga rusak parah akibat luapan air dan material longsor.

Pemerintah melalui instansi terkait telah menyatakan status tanggap darurat. Tim penanggulangan bencana bersama BPBD setempat dan petugas SAR dikerahkan untuk melakukan evakuasi serta membuka akses darurat. Namun, kondisi jalan yang rusak dan jembatan yang putus memperlambat proses penyelamatan dan distribusi bantuan kemanusiaan.

Situasi darurat ini memaksa warga terdampak menunggu di lokasi pengungsian โ€” banyak dari mereka kehilangan rumah, kehilangan akses transportasi, dan terputus dari layanan dasar seperti air bersih, listrik, dan komunikasi.

Banjir dan longsor besar yang melanda Pulau Sumatera menunjukkan betapa rentannya infrastruktur vital di wilayah rawan bencana. Dengan jalan yang retak, jembatan putus, dan akses lumpuh total, dampak kerusakan tidak hanya fisik, tetapi juga mengancam mobilitas dan keselamatan warga. Pemerintah bersama masyarakat dan lembaga kemanusiaan kini menghadapi tugas berat: membuka akses, mengevakuasi korban, dan memulihkan jaringan transportasi agar bantuan bisa tepat sasaran.

Share.
Leave A Reply