Jakarta — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan Senin, 8 Desember 2025. Pada pembukaan sesi pertama, IHSG tercatat naik sebesar 43,96 poin atau 0,51% menuju level 8.676,72. Kenaikan ini mengindikasikan optimisme investor terhadap kondisi pasar saham Indonesia.

Data dari Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan bahwa volume perdagangan saham pada pagi ini mencapai miliran saham, dengan sejumlah besar emiten mencatatkan penguatan. Katalis utama pergerakan positif IHSG datang dari sentimen global yang mengarah ke optimisme atas kebijakan suku bunga di Amerika Serikat serta potensi stabilisasi harga komoditas yang turut mendongkrak daya tarik saham Indonesia.

Faktor Pendorong Penguatan IHSG

Menurut analis pasar, penguatan IHSG pada pembukaan perdagangan hari ini dipengaruhi oleh beberapa faktor utama:

  1. Ekspektasi Kebijakan Suku Bunga The Fed — Pelaku pasar merespons positif ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh The Federal Reserve, yang diperkirakan dapat mendukung pasar saham di Asia, termasuk Indonesia.
  2. Aksi Beli Investor Asing — Investor asing turut menyumbangkan sentimen positif dengan aksi beli saham, yang terlihat pada peningkatan volume transaksi.
  3. Optimisme Terhadap Komoditas — Kenaikan harga komoditas, khususnya minyak dan batu bara, turut memperbaiki prospek ekonomi Indonesia, yang menjadi salah satu pendorong penguatan IHSG.

Pergerakan Indeks Lainnya

Tidak hanya IHSG, sejumlah indeks unggulan di BEI juga menunjukkan tren positif pada awal perdagangan. Sejumlah sektor, seperti sektor industri dasar, energi, dan keuangan, bergerak menguat diikuti dengan saham-saham blue chip yang menjadi pemimpin pergerakan IHSG.

Analis dari CGS International Sekuritas memproyeksikan bahwa IHSG akan bergerak variatif namun tetap berpotensi melanjutkan penguatan. Support IHSG berada di 8.565 dan 8.600, sementara resistance berada di level 8.665–8.700. Sentimen pasar yang positif diperkirakan akan mendorong IHSG mengarah ke level-level tersebut jika faktor eksternal terus mendukung.

Implikasi bagi Investor

Dengan pembukaan yang menguat ini, IHSG memberikan peluang bagi investor untuk memanfaatkan potensi pergerakan positif pada saham-saham yang terdampak oleh sentimen global. Bagi investor jangka pendek, momentum ini bisa dimanfaatkan untuk bertransaksi, namun tetap memperhatikan dinamika pasar yang dapat berubah sewaktu-waktu.

Namun, para analis mengingatkan untuk tetap waspada terhadap potensi koreksi yang mungkin terjadi, mengingat faktor eksternal dan kebijakan global masih dapat mempengaruhi pasar Indonesia. (ISL)

Share.
Leave A Reply