Author: Ahmad Jamaluddin Islami

Bencana alam yang melanda Pulau Sumatera pada akhir November 2025, khususnya di Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat, menjadi contoh nyata betapa pentingnya komunikasi kebencanaan yang efektif dalam menghadapi situasi darurat. Hujan lebat yang disertai siklon tropis menyebabkan banjir dan longsor besar-besaran, mengakibatkan lebih dari 440 korban jiwa dan merusak berbagai infrastruktur vital seperti jembatan, jalan, dan rumah. Meskipun potensi bencana telah diprediksi sebelumnya oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), respons mitigasi dan komunikasi risiko sebelum bencana datang terkesan lambat dan tidak memadai. Banyak daerah yang terisolasi dan tidak mendapatkan informasi evakuasi dengan cepat, yang mengakibatkan kerugian yang lebih…

Read More