Banjarmasin – Aksi unjuk rasa mahasiswa se-Kalimantan Selatan berubah ricuh di depan Gedung DPRD Kalsel, Senin (24/11/2025). Dilansir dari detikKalimantan, kericuhan tersebut terjadi lantaran Ketua DPRD Kalsel, Supian HK, pergi meninggalkan ruang dialog tanpa penjelasan serta mengganti pelat nomor mobil yang ia tumpangi.

Menurut laporan detikKalimantan, mulanya mahasiswa menggelar aksi secara tertib untuk menyuarakan sejumlah tuntutan. Mereka menolak pengesahan KUHAP, mempertanyakan dugaan campuran etanol dalam BBM Pertalite, serta menyinggung isu Taman Nasional Meratus yang kembali ramai dibicarakan.

Kericuhan timbul ketika Supian HK yang semula berada dalam ruang dialog memilih keluar gedung dan langsung meninggalkan lokasi menggunakan mobil hitam. Mobil tersebut yang awalnya memakai pelat khusus yaitu DA 3, tiba-tiba diganti menggunakan pelat sipil DA 1332 JA. Dilaporkan oleh detikKalimantan, akibat tindakan tersebut massa akhirnya tersulut emosi karena Ketua DPRD tersebut dianggap tidak menghargai massa sehingga memicu kericuhan.

Melihat pimpinan dewan meninggalkan lokasi, para massa aksi pun berupaya masuk ke halaman kantor DPRD. Aparat keamanan berupaya terus menghalangi sehingga terjadi aksi dorong-mendorong antara massa aksi dan petugas yang menyebabkan suasana hampir chaos dan tak terkendali.

Sebelumnya, Supian sendiri telah setuju dengan ajakan diskusi tersebut. Namun, ia hanya meminta 2 orang sebagai perwakilan mahasiswa untuk melihat ruangan yang akan dijadikan tempat diskusi. “Adek-adek kita berdiskusi di dalam, tetapi hanya perwakilan. Ruangnya tidak memadai, karena ruangan hanya mampu untuk beberapa orang tetapi tidak semuanya. Saya hanya bisa berdiskusi sampai pukul 17.00 Wita,” kata Supian sebelum pergi, dilansir dari detikKalimantan.

Seperti yang telah diberitakan, ada beberapa poin tuntutan yang dibawakan oleh para massa aksi. Beberapa membawa spanduk bertuliskan “Gedung ini Disita. Sedang dalam Perbaikan Reformasi #SemuaBisaKena”. Ada pula spanduk tentang penolakan penetapan Pegunungan Meratus sebagai Taman Nasional Meratus disertai gaungan lagu Iwan Fals berjudul Surat Buat Wakil Rakyat.

Tak lepas juga dari tuntutan tentang isu bahan bakar minyak (BBM) yang bermasalah dalam beberapa waktu ini di Kalsel juga turut disuarakan oleh mahasiswa. Mereka menyampaikan kekecewaan terhadap bahan bakar yang diduga bercampur etanol tersebut sehingga menyebabkan kerusakan pada mesin motor.

Hingga aksi berakhir, belum ada keterangan yang jelas terkait kepergian Ketua DPRD serta pergantian pelat mobil tersebut. Mahasiswa sendiri menyatakan siap menggelar aksi kembali walaupun tanpa Ketua DPRD tersebut. (FM)

Share.
Leave A Reply