TUBAN, sebangsanews.com – Cuaca ekstrem yang melanda Laut Jawa memakan korban. Kapal tanker milik Pertamina, MT Abigail, dilaporkan kandas di perairan Pantai Panduri, Desa Tasikharjo, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Jawa Timur.

Peristiwa nahas ini terjadi pada Rabu sore (21/1/2026) saat cuaca di perairan tersebut memburuk secara drastis.

Kapal dengan bobot 1.738 ton tersebut diketahui sedang dalam perjalanan dari Pelabuhan Merak menuju Terminal Khusus Pertamina Patra Niaga Tuban. Namun, sekitar pukul 18.00 WIB, kapal dihantam gelombang setinggi dua meter disertai angin kencang berkecepatan 35 knot.

Kuatnya terjangan angin dan ombak membuat kapal keluar dari jalur pelayaran optimal dan terseret hingga terdampar di perairan dangkal, hanya berjarak sekitar 60 meter dari bibir pantai.

Kondisi Kru dan Muatan

Hingga Jumat (23/1/2026), posisi kapal masih belum bergeser. Koordinator Wilayah Kerja Jenu Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Tanjung Pakis, Bobby Mulya Kusuma, menegaskan bahwa insiden ini murni disebabkan oleh faktor cuaca buruk (force majeure), bukan kegagalan mekanis mesin kapal.

Beruntung, saat kejadian MT Abigail dalam keadaan kosong (tanpa muatan minyak). Hal ini membuat risiko pencemaran lingkungan akibat tumpahan bahan bakar dapat dihindari. Otoritas pelabuhan juga memastikan seluruh awak kapal dalam kondisi selamat dan telah dievakuasi sesuai prosedur.

Evakuasi Menunggu Cuaca

KSOP Kelas III Tanjung Pakis bersama tim gabungan dari Pertamina, Polairud, dan Polres Tuban terus memantau situasi di lokasi. Rencana penarikan kembali kapal (refloating) telah disiapkan, namun eksekusinya masih tertunda.

“Kondisi cuaca di perairan Tuban masih fluktuatif. Kami menjadikan prakiraan cuaca BMKG sebagai acuan utama untuk menentukan waktu evakuasi yang paling aman,” ujar pihak otoritas setempat.

Insiden ini menjadi peringatan keras bagi aktivitas pelayaran di Laut Jawa yang saat ini tengah menghadapi puncak cuaca ekstrem. Seluruh nakhoda diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan terus berkoordinasi dengan syahbandar setempat. (FHM)

Share.
Leave A Reply