BANJARMASIN, sebangsanews.com – Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang pesat menuntut dunia pendidikan untuk segera beradaptasi. Merespons tantangan tersebut, Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (MAFINDO) wilayah Kalimantan Selatan menggelar pelatihan intensif bertajuk “AI Ready ASEAN” bagi para tenaga pendidik.
Kegiatan yang berlangsung di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Lambung Mangkurat (FISIP ULM) pada Kamis (22/1/2026) ini diikuti oleh 25 guru dari berbagai jenjang pendidikan di Banjarmasin.
Program ini bertujuan untuk meningkatkan literasi digital, pemahaman teknis, serta etika penggunaan teknologi AI dalam kegiatan belajar mengajar.
Bukan Pengganti Kreativitas
Koordinator Wilayah MAFINDO Kalimantan Selatan, Sri Astuty, menekankan bahwa kehadiran AI tidak semestinya dianggap sebagai ancaman bagi profesi guru. Sebaliknya, teknologi ini harus dimanfaatkan untuk memperkaya metode pembelajaran.
“Sebagai pendidik, kita perlu mampu memanfaatkan AI dalam mendukung proses pembelajaran dan pengembangan diri. AI bukan untuk menggantikan kreativitas manusia, melainkan untuk memperkuat kemampuan berpikir kritis dan inovasi,” tegas Sri Astuty dalam sambutannya.
Dalam pelatihan ini, para peserta mendapatkan materi komprehensif yang dibagi dalam tiga sesi utama: Dasar-dasar AI (AI Fundamentals), Penggunaan dan Implementasi AI, serta sesi krusial mengenai Etika, Privasi, dan Keamanan Data (AI Ethics, Privacy & Security).
Respons Positif Tenaga Pendidik
Para peserta menyambut antusias pelatihan ini. Susanti, salah satu guru yang menjadi peserta, mengaku mendapatkan perspektif baru mengenai penggunaan teknologi secara bijak.
“Kita tidak bisa menggunakan AI secara sembarangan karena hasilnya tergantung pada bagaimana kita memberikan perintah. Jadi, kita tetap harus berpikir kritis,” ujar Susanti.
Senada dengan Susanti, peserta lainnya, Fadli, menilai kegiatan ini sangat membuka wawasan (insightful) mengenai cara kerja teknologi masa depan tersebut dalam membantu aktivitas harian guru.
Kolaborasi Internasional
Sebagai informasi, program “AI Ready ASEAN” merupakan inisiatif kolaboratif tingkat regional antara ASEAN Foundation dan Google.org. Program ini menargetkan pembekalan keterampilan dasar AI dan literasi digital kepada lebih dari 5,5 juta warga di 10 negara ASEAN.
Di Indonesia, implementasinya menggandeng sejumlah mitra strategis (Learning Implementation Partner), termasuk MAFINDO, untuk memastikan jangkauan edukasi yang luas hingga ke daerah.
Person in Charge (PIC) kegiatan, Ahmad Jamaluddin Islami, berharap pelatihan ini menjadi langkah awal konkret dalam membentuk pendidik yang melek digital dan beretika. Peserta yang telah menyelesaikan pelatihan dan pengisian sistem pembelajaran (LMS) nantinya akan memperoleh sertifikat kompetensi AI Ready ASEAN. (ISL)
