BANJARMASIN – Tim Program Dosen Wajib Mengabdi (PDWA) 2026 dari Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Lambung Mangkurat (ULM) menggelar edukasi literasi digital bagi pegawai Instansi Gizi RSUD dr. H. Moch. Ansari Saleh Banjarmasin, Rabu (17/6/2026).
Kegiatan yang mengangkat tema “Meningkatkan Kewaspadaan Digital Tenaga Kesehatan: Pencegahan Penipuan Online, Hoaks, dan Judi Online” ini diikuti sekitar 30 orang pegawai instansi gizi. Program tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran tenaga kesehatan terhadap berbagai ancaman digital yang semakin marak terjadi.
Tingkatkan Literasi Digital Tenaga Kesehatan
Perkembangan teknologi informasi memberikan banyak manfaat dalam dunia kerja. Namun, berbagai ancaman seperti hoaks, penipuan online, dan judi online juga semakin mudah ditemukan di ruang digital.
Melalui kegiatan ini, tim dosen Ilmu Komunikasi FISIP ULM memberikan edukasi mengenai pentingnya memilah informasi, mengenali modus penipuan digital, serta menjaga keamanan data saat beraktivitas di internet.
Kepala Instansi Gizi RSUD dr. H. Moch. Ansari Saleh Banjarmasin, Rissa Saputri, S.Gz., M.P.H., menyambut baik pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, materi yang diberikan sangat relevan dengan kebutuhan pegawai rumah sakit.
“Program ini sangat bermanfaat karena sangat dekat dengan kita, terutama terkait data-data yang berkaitan dengan kebutuhan rumah sakit. Peserta yang hadir juga tidak hanya tenaga kesehatan, tetapi juga operator yang paling sering berinteraksi dengan data di internet. Harapannya, program ini dapat membantu kami dalam pencegahan hoaks dan ancaman digital lainnya,” ujarnya.
Pemahaman Hoaks dan Penipuan Digital
Materi utama dalam kegiatan ini disampaikan oleh Dr. Sri Astuty, S.Sos., M.Si., dosen Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP ULM. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan berbagai bentuk ancaman digital yang sering ditemui masyarakat, mulai dari penyebaran informasi palsu hingga berbagai modus penipuan online.
Menurutnya, kemampuan memverifikasi informasi menjadi keterampilan penting di era digital. Selain itu, masyarakat juga perlu lebih berhati-hati dalam membagikan data pribadi kepada pihak yang tidak dikenal.
Melalui pemahaman tersebut, peserta diharapkan mampu menjadi pengguna media digital yang lebih kritis, bijak, dan bertanggung jawab, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam lingkungan kerja.
Berangkat dari Pengalaman Nyata
Ketua Tim PDWA 2026, Muhammad Ainani, S.IP., M.A., mengatakan kegiatan tersebut juga dilatarbelakangi oleh pengalaman yang pernah dialaminya beberapa tahun lalu. Pengalaman tersebut menjadi pengingat bahwa ancaman digital dapat menimpa siapa saja.
Oleh karena itu, peningkatan literasi digital perlu terus dilakukan. Terlebih, tenaga kesehatan dan operator rumah sakit merupakan pihak yang setiap hari berinteraksi dengan berbagai informasi dan data melalui internet.
“Kegiatan ini juga berangkat dari pengalaman pribadi yang pernah terjadi beberapa tahun lalu. Hal tersebut menjadi pengingat bagi kita semua agar lebih berhati-hati dalam beraktivitas di ruang digital,” katanya.
Peserta Antusias Berdiskusi
Selama kegiatan berlangsung, peserta mengikuti sesi pre-test dan post-test untuk mengukur tingkat pemahaman sebelum dan sesudah pelatihan. Selain itu, sesi diskusi berlangsung aktif dan interaktif.
Para peserta berbagi pengalaman terkait penipuan online yang pernah mereka temui. Mereka juga mengajukan berbagai pertanyaan mengenai cara mengenali hoaks serta langkah pencegahan terhadap modus penipuan digital yang terus berkembang.
Antusiasme peserta menunjukkan pentingnya peningkatan literasi digital di lingkungan pelayanan kesehatan. Melalui kegiatan ini, diharapkan pegawai rumah sakit semakin mampu menjaga keamanan data serta lebih bijak dalam menyikapi informasi yang beredar di ruang digital.
